No menu items!

Gandeng ACT Australia, PTBA Segera Produksi Karbon Aktif

Must Read

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) telah menandatangani Head of Agreement (HoA) dengan perusahaan Activated Carbon Technologies PTY, LTD (ACT) untuk memproduksi karbon aktif. Ini menjadi lompatan PTBA melakukan hilirisasi atau aneka produk olahan batubara.

“Ini menjadi milestone bagi PTBA. Penandatanganan HoA dengan Activated Carbon Technologies PTY, LTD yang akan menjadi offtaker 12 ribu ton karbon aktif per tahun. Diharapkan pada tahun 2023, realisasi pengapalan pertama karbon aktif dari Tanjung Enim ke pelabuhan di Australia dapat terwujud,” ujar Direktur Pengembangan Usaha PTBA, Fuad IZ Fachroeddin dalam siaran pers yang diterima Rabu (5/1/2021).

Dalam HoA ini, ACT bertindak sebagai calon offtaker karbon aktif yang akan diproduksi dan diolah PTBA di Tanjung Enim, Sumatra Selatan. Kualitas produk dan term komersial lainnya akan disepakati lebih lanjut oleh para pihak dalam perjanjian jual beli yang lebih rinci.

Fuad menjelaskan, karbon aktif adalah salah satu upaya hilirisasi di mana batubara diolah dan mengalami proses aktivasi, sehingga menjadi material yang di dalamnya terdapat banyak pori-pori yang berfungsi menyerap zat lain di sekitarnya.

Karbon aktif dimanfaatkan untuk proses penjernihan dan pemurnian air, pemurnian gas dan udara, filter industri makanan, penghilang warna untuk industri gula dan MSG. Tak hanya itu, karbon aktif juga dimanfaatkan di bidang farmasi sebagai penetral limbah obat-obatan agar tidak membahayakan lingkungan.

“PTBA berencana membangun pabrik di Kawasan Industri Tanjung Enim (BACBIE) untuk memproduksi karbon aktif sebanyak 12.000 ton per tahun dengan mengolah sebanyak 60.000 ton batu bara per tahun. Persiapan Front End Engeneering Design (FEED) untuk pabrik akan dimulai pada 2021,” ungkapnya.

CEO dan Founder ACT, Peter Cullum, sangat bergembira dengan kerja sama ini.
“Kami melihat adanya kesempatan yang sangat baik dan kemungkinan besar kesuksesan yang lebih besar dari kerja sama ini. Selain hal tersebut, kami juga melihat adanya pertumbuhan permintaan karbon aktif yang terus bertambah dan bisa kami optimalkan untuk merambah pasar lebih luas di dunia,” ujar Peter

Berdiri sejak 2003 di Perth, Australia, ACT selama ini dikenal sebagai perusahaan dan pemasok karbon aktif ternama di dunia. ACT memiliki kapasitas produksi karbon aktif di atas 40.000 ton per tahun dengan pasar global yang meliputi Australia, Selandia Baru, Eropa, Kanada, dan Amerika Serikat.(DC04)

Latest News

BSMR Gelar Jakarta Risk Management Convention 2026: Siapkan Ketahanan Industri Perbankan Hadapi Era AI, Bullion Banking dan Ancaman Siber

Jakarta, 10 Agustus 2026 – Ketidakpastian ekonomi global yang belum mereda memaksa industri perbankan memasuki fase baru pengelolaan risiko....

More Articles Like This