No menu items!

Ekspor Konsentrat ke Spanyol, Freeport Masukan Penerimaan Negara Rp 45 M

Must Read

PT Freeport Indonesia kembali ekspor konsentrat perdana konsentrat tembaga dan mineral ikutannya tahun 2021. Volumenya mencapai 22.000 WMT (wet metric ton) yang menyumbang penerimaan negara sebesar Rp 45 miliar.

“Penerimaan negara yang diperoleh dari kegiatan ekspor konsentrat PT Freeport itu terdiri atas penerimaan bea keluar sebesar Rp33,98 miliar dan PPh 22 Ekspor Rp11,03 miliar,” ujar Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean (TMP) C Timika I Made Aryana di Timika, Minggu (10/1/2021).

Made menambahkan penerimaan bea keluar dihitung berdasarkan kurs yang berlaku saat ini yaitu Rp14.228 per dolar AS, tarif 5 persen, serta Harga Patokan Ekspor (HPE) adalah Rp2.171,67.

Made Aryana mengungkapkan konsentrat dan mineral ikutan hasil operasi pertambangan di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua itu, diekspor ke Huelva, Spanyol. Barang tambang itu diangkut dengan Kapal MV Atlantic Diana beberapa hari lalu dari Pelabuhan Amamapare, Distrik Mimika Timur Jauh.

Made menyebut meskipun pada 2020 merupakan periode yang sulit akibat adanya pandemi COVID-19, namun Kantor Bea Cukai Timika mampu menyumbang pemungutan bea keluar tertinggi di seluruh Indonesia atau hampir 50 persen dari total penerimaan bea keluar se-Indonesia.

Hingga 31 Desember 2020 Kantor Bea Cukai Timika menyumbang penerimaan negara dari sektor pungutan bea masuk sebesar Rp104,61 miliar dan bea keluar sebesar Rp1,72 triliun, serta penerimaan pabean lainnya sebesar Rp12 miliar.

Total penerimaan negara yang dikumpulkan oleh Kantor Bea Cukai Timika hingga akhir 2020 lalu mencapai Rp1,84 triliun.

Made berharap pada masa-masa mendatang terjadi peningkatan produksi maupun volume ekspor konsentrat PT Freeport Indonesia, sehingga akan berdampak pada meningkatnya penerimaan negara.(DC04)

Latest News

BSMR Gelar Jakarta Risk Management Convention 2026: Siapkan Ketahanan Industri Perbankan Hadapi Era AI, Bullion Banking dan Ancaman Siber

Jakarta, 10 Agustus 2026 – Ketidakpastian ekonomi global yang belum mereda memaksa industri perbankan memasuki fase baru pengelolaan risiko....

More Articles Like This