No menu items!

Meski Pandemi, Tahun 2021 Bakal Ada Empat Smelter Baru

Must Read

Hilirisasi atau upaya mendorong peningkatan nilai tambah hasil mineral dan batubara (minerba) melalui pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral (smelter) tak berhenti meski pandemi Covid 19 belum sepenuhnya terkendali. Bahkan tahun 2021 ditargetkan ada empat (4) smelter baru yang selesai dibangun.

“Untuk tahun 2021, hanya ada tambahan empat smelter dengan rincian tiga smelter nikel serta satu smelter timbal dan seng,” ungkap Arifin dalam paparan Capaian Kinerja Sektor ESDM Tahun 2020 dan Rencana Kerja Tahun 2021 yang disampaikan, Kamis (7/1/2021).

Tambahan empat smelter tergolong menggembirakan. Pasalnya, selama tahun 2020 hanya ada tambahan dua smelter, yaitu keduanya untuk mengolah bijih nikel. Namun hal tersebut bisa dipahami, mengingat tahun 2020 merupakan awal terjangan virus Covid-19 yang membuat beberapa kegiatan berhenti.

Jika sedikit mundur, sejak mulai beroperasi tahun 2012, smelter nikel terus bertambah dari dua smelter menjadi 13 smelter tahun ini. Hingga tahun 2024, recananya akan beroperasi 30 smelter nikel. Arifin Tasrif, menambah kan hingga tahun 2024 akan dibangun 53 smelter.

Secara keseluruhan kebutuhan investasi untuk membangun 53 smelter sampai dengan 2024 mencapai US$ 21,59 miliar. Rinciannya investasi untuk smelter nikel sebesar US$ 8 miliar, bauksit sebesar US$ 8,64 miliar, besi sebesar US$ 193,9 juta, tembaga US$ 4,69 miliar, mangan sebesar US$ 23,9 juta, serta timbal dan seng sebesar US$ 28,8 juta.

“Total realisasi investasi pembangunan  smelter hingga Semester I-2020 mencapai US$ 12,06 miliar,” ungkapnya.

Pembangunan smelter menjadi strategi penting bagi Indonesia untuk mendapatkan nilai tambah sumber daya minel. Sejak disahkan UU Minerba tahun 2009 ekspor bahan mentah hasil tambang diharamkan. Pengaturan kembali dilakukan revisi dengan disahkan UU nomor 3/2020 tentang Minerba.(DC04)

Latest News

BSMR Gelar Jakarta Risk Management Convention 2026: Siapkan Ketahanan Industri Perbankan Hadapi Era AI, Bullion Banking dan Ancaman Siber

Jakarta, 10 Agustus 2026 – Ketidakpastian ekonomi global yang belum mereda memaksa industri perbankan memasuki fase baru pengelolaan risiko....

More Articles Like This