PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (Persero) dan PT LEN Industri (Persero) bekerjasama dalam pembiayaan dan pemasangan sistem pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap. Tujuannya agar biaya PLTS atap menjadi lebih murah.
“Dari segi produk sudah siap yang belum siap pendanaan,” ujar Direktur Strategi Bisnis dan Portofolio PT Len Industri, Linus Andor Mulana Sijabat saat penandatanganan MoU antara BRI dan LEN di Jakarta, Kamis (21/1/2021).
Sijabat mengatakan sejak dua tahun lalu perusahaan sudah membangun Len solar, khusus PLTS atap bagi perumahan. Ia mengharapkan ada skema pembiayaan yang diberikan oleh BRI bisa mendorong percepatan pembangunan PLTS atap di dalam negeri.
Sementara itu, Pemimpin Wilayah Kanwil BRI Jakarta I, Rudhy Sidharta menyampaikan bahwa sebagai lembaga keuangan, BRI hanya mampu memberi dukungan pembiayaan.
Ia menambahkan skema pembiayaan yang diberikan untuk PLTS atap memiliki jangka waktu yang dinamis dengan bunga yang rendah.
“Bentuk pembiayaan sangat fleksibel, jangka waktu bisa disesuaikan, bisa sampai 15 tahun, besaran bunganya disesuaikan dengan biaya pemasangan PLTS atap,” katanya.
Skema pembiayaan PLTS atap ini diharapkan dapat diperluas sehingga turut mempercepat pembangunan EBT di dalam negeri. “Mungkin dengan instansi lain,” ucapnya.
Acara penandatangan MoU dihadiri Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN) Djoko Siswanto. Dia menyampaikan bahwa sinergi kedua BUMN ini mendukung target energi baru terbarukan (EBT) pemerintah sebesar 23 persen pada 2025.
“Saya ucapkan terima kasih pada BRI dan PT LEN, sinergi dengan BUMN ini telah membantu kami untuk merealisasikan implementasi energi yang lebih bersih melalui pemasangan solar cell, dukung target EBT (energi baru terbarukan) kita pada 2025 sebesar 23 persen,” ujar Djoko Siswanto.
Ia mengatakan dengan kerja sama itu maka pembiayaan PLTS atap bisa lebih murah dan terjangkau bagi masyarakat. Pada gilirannya akan mendukung realisasi program bauran energi nasional.(DC04)

