No menu items!

Rahasia Sukses Knowledge Management

Must Read

Oleh : Tommy Sudjarwadi (Partner – Dunamis Organization Service, Head of FranklinCovey Indonesia)

“Success in the knowledge economy comes to those who know themselves – their strengths, their values, and how they best perform.” (Peter F.Drucker)

Kini era big data. Informasi melimpah ruah, namun tidak semuanya berubah menjadi ilmu pengetahuan, apalagi kebijaksanaan (wisdom). Tebaran kabar bohong (hoaks) membuncah dimana-mana. Pertanda kita tidak siap memanfaatkan karunia jaman digital. Sungguh menjadi tantangan bagi praktisi Human Resources untuk meningkatkan produktifitas para karyawan di tengah-tengah berbagai kesempatan yang melimpah. Jebakan “sibuk namun tidak produktif” perlu disiasati dengan cerdik.

Pilihan yang semakin banyak membuat karyawan mudah sekali menjauh dari produktifitas. Gawai cerdas memberikan banyak sekali manfaat. Juga jebakan ! Notifikasi cerdas namun tidak relevan, berita sampah berbalut judul bombastis juga berbagai macam tawaran yang mubazir. Untunglah banyak perusahaan yang sadar betapa pentingnya peran karyawan dalam penerapan Knowledge Management (KM). Banyak sudah perusahaan Indonesia yang bahkan meraih penghargaan Most Admired Knowledge Enterprise (MAKE) di tingkat dunia. Universitas Bina Nusantara, United Tractor dan Unilever untuk menyebut sedikit diantaranya.

Tommy Sudjarwadi (Partner – Dunamis Organization Service, Head of FranklinCovey Indonesia)

Bhojaraju Gunjal dari Central Library di National Institute of Technology Rourkela,​ ​Odisha​, India mempresentasikan komponen utama penerapan KM di perusahaan. Teknologi (10%), Proses (20%) dan Manusia (70%). Peran karyawan – khususnya yang berprestasi dan sumber tacit knowledge – begitu dominan, namun mereka super sibuk dan bisa juga tenggelam dalam begitu banyaknya pilihan kegiatan. Sesungguhnya mereka adalah episentrum kemajuan perusahaan. Tacit knowledge yang mereka bagikan kepada karyawan lainnya seperti layaknya jantung manusia yang memompakan produktifitas kerja ke seluruh elemen perusahaan.

Para praktisi Human Resources dapat melakukan hal-hal berikut dalam memotivasi mereka untuk sukarela berbagi pengetahuan :

Menempatkan mereka sebagai pakar. Membuat mereka merasa dihargai dan penting. Meminta mereka untuk memberikan pendapat tentang strategi atau proyek penting yang sedang dijalankan. Mendokumentasikan pendapat mereka, kemudian membuat sirkulasi yang mudah diakses seluruh karyawan. Berikan judul yang mengundang seperti : teknik yang tepat untuk menghemat biaya operasi pabrik, langkah-langkah membukukan pinjaman anti-macet atau jurus memotivasi mahasiswa agar rajin membaca buku.

Mengenali minat mereka. Siapkan panggung bagi mereka untuk berbagi pengetahuan sekaligus melampiaskan minat yang disukai. Acara olahraga di kantor, kegiatan keagamaan dan sosial bahkan ajang kreatif semacam kontes pelawak tunggal. Beri mereka kesempatan untuk berbagi pengetahuan dengan dibalut kegiatan yang membuat mereka nyaman dan bersemangat.

Memasukan kegiatan berbagi pengetahuan sebagai Key Performance Indicator kemudian memberikan penghargaan khusus atas pencapaiannya. Liburan Bersama keluarga ataupun penghargaan prestisius lainnya seperti menobatkan mereka sebagai Knowledge Champion dan semacamnya.

Kegiatan-kegiatan tersebut jika dilakukan secara konsisten akan membangun budaya berbagi pengetahuan di perusahaan. Kunci untuk menuai karunia era digital. (TS)

Latest News

BSMR Gelar Jakarta Risk Management Convention 2026: Siapkan Ketahanan Industri Perbankan Hadapi Era AI, Bullion Banking dan Ancaman Siber

Jakarta, 10 Agustus 2026 – Ketidakpastian ekonomi global yang belum mereda memaksa industri perbankan memasuki fase baru pengelolaan risiko....

More Articles Like This