No menu items!

Genjot Kredit Multiguna, Investor Domestik Kuasai 50,2 Persen Saham Seri B Bank Jatim

Must Read

Investor domestik mendominasi kepemilikan saham seri B PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) sebesar 50,2 persen hingga Maret 2021. Ini menunjukkan kepercayaan masyarakat secara umum terhadap bank milik Pemprov Jatim itu meningkat.

“Memang selama tahun buku 2020 kinerja kami baik, diikuti dengan kinerja triwulan I 2021 yang meyakinkan, banyak investor domestik yang memilih saham Bank Jatim sebagai instrumen investasi,” kata Direktur Utama Bank Jatim Busrul Iman di Surabaya, Selasa (27/4/2021).

Busrul mencatat kepemilikan saham Bank Jatim sebesar 50,2 persen itu oleh 64.634 investor, sedangkan 49,8 persennya milik investor asing dengan jumlah 219 investor.

Ia merinci, dari jumlah investor domestik sebesar 43,5 persen itu dimiliki oleh individu, sedangkan sisanya dimiliki oleh institusi. Busrul meyakini bahwa Bank Jatim memiliki prospek yang cerah pada 2021.

Sementara itu, manajemen Bank Jatim juga telah mengambil langkah positif dengan membeli saham berkode BJTM itu.

Busrul mengatakan dirinya serta Direktur Keuangan Ferdian Timur Satyagraha menambah kepemilikan saham BJTM dengan tujuan investasi.

Tercatat Busrul membeli saham sebanyak 240.000 lembar yang dibeli di harga Rp795/ lembar saham, sedangkan Ferdian Timur Satyagraha tercatat membeli saham sebanyak 223.800 lembar saham pada posisi harga Rp800/ lembar saham.

Dari pembelian tersebut, total saham BJTM yang dimiliki oleh Busrul dan Ferdian masing-masing sebesar 1.222.200 lembar saham dan 942.433 lembar saham.

Sementara itu, pada 2021 juga telah disiapkan berapa langkah untuk mendukung percepatan ekonomi, salah satunya penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang akan dimulai lagi pada tahun ini dengan plafon Rp1 triliun.

“Selanjutnya, kami juga akan berusaha meningkatkan market share untuk kredit multiguna yang saat ini masih sebesar lebih dari 60 persen,” katanya.(DM03)

Latest News

BSMR Gelar Jakarta Risk Management Convention 2026: Siapkan Ketahanan Industri Perbankan Hadapi Era AI, Bullion Banking dan Ancaman Siber

Jakarta, 10 Agustus 2026 – Ketidakpastian ekonomi global yang belum mereda memaksa industri perbankan memasuki fase baru pengelolaan risiko....

More Articles Like This