No menu items!

Kuota Impor Daging Sapi Dipangkas, Begini Penjelasan Amran

Must Read

JAKARTA (DATACORE.ID)–Kuota impor daging sapi untuk swasta dipangkas hingga tinggal 30 ribu ton. Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman menjelaskan langkah ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga.

“Logikanya, kalau dipegang semua oleh swasta, pemerintah sulit melakukan intervensi ketika harga bergejolak. Untuk itu, (kuota impor daging) ditarik ke BUMN sehingga negara bisa hadir sebagai stabilisator,” ujar Amran, Kamis (22/1/2026).

Usai rapat koordinasi harga pangan di Jakarta itu Amran menjelaskan kuota impor daging sapi pada 2025 mencapai sekitar 180 ribu ton. Namun dipangkas menjadi 30 ribu ton pada 2026 untuk swasta, atau sekitar 16 persen dari keseluruhan kuota impor tahun ini sebanyak sebanyak 297.000 ton.

Ia mengatakan sebagian besar kuota impor tahun ini dialihkan ke Badan Usaha Milik Negara (BUMN) agar negara dapat hadir sebagai stabilisator.

Ia menegaskan kebijakan ini bertujuan agar pemerintah memiliki ruang kendali atas harga daging sapi di pasar.

“Kalau harga naik atau turun, negara bisa intervensi. Itu dilakukan untuk rakyat Indonesia,” ujarnya.

Amran mencontohkan pengalaman sektor perunggasan, ketika harga DOC (day old chick) sempat melonjak hingga Rp14 ribu per ekor. Pemerintah kemudian menetapkan harga Rp11 ribu agar peternak kecil tetap nyaman, namun harga tidak kunjung berubah.

“Pemerintah yang disalahkan, padahal pelakunya swasta. Inilah yang kita mau perbaiki,” kata dia.(ris/ant)

Latest News

BSMR Gelar Jakarta Risk Management Convention 2026: Siapkan Ketahanan Industri Perbankan Hadapi Era AI, Bullion Banking dan Ancaman Siber

Jakarta, 10 Agustus 2026 – Ketidakpastian ekonomi global yang belum mereda memaksa industri perbankan memasuki fase baru pengelolaan risiko....

More Articles Like This