No menu items!

Dukung Astacita, SIG Pasok 115 Ribu Ton Semen Proyek RDMP Balikpapan

Must Read

JAKARTA (DATACORE.ID)–PT Semen Indonesia Persero Tbk (SIG) terlibat pembangunan Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, proyek kilang minyak terbesar dan termodern di Indonesia. Ini dilakukan dengan memasok 115.609 ton semen

“Keterlibatan SIG dalam proyek RDMP Balikpapan dilakukan melalui pasokan semen tipe V DuPro+ HSR yang digunakan pada pekerjaan peningkatan kilang eksisting,” ujar Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni, Minggu (25/1/2026) di Jakarta.

Menurut dia, keterlibatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap Astacita Presiden Prabowo Subianto mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada energi, serta melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi.

RDMP Balikpapan merupakan Proyek Strategis Nasional yang menjadi bagian dari kebijakan penguatan ketahanan dan kemandirian energi nasional. Kilang ini diproyeksikan memiliki kapasitas pengolahan sekitar 360 ribu barel minyak per hari, menjadikannya fasilitas pengolahan terbesar di dalam negeri.

Pengembangan RDMP Balikpapan sejalan dengan agenda Astacita Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan pengurangan ketergantungan impor energi melalui peningkatan kapasitas pengolahan dalam negeri serta penguatan industri hilir migas.

Proyek yang dibangun sejak 2019 tersebut mencakup fasilitas penerimaan minyak mentah, pengolahan, hingga sistem pendukung rantai pasok energi. Modernisasi kilang eksisting ini ditujukan untuk meningkatkan volume dan kualitas bahan bakar minyak, sekaligus menyesuaikan standar lingkungan yang lebih ketat.

Menurut Vita, semen, yang dikontribusikan SIG dalam proyek RDMP, dirancang untuk pekerjaan konstruksi di lingkungan ekstrem dan telah digunakan pada berbagai proyek infrastruktur energi dan transportasi berskala besar.

Sejumlah proyek yang tercatat menggunakan produk tersebut antara lain PLTU Karangkandri, PLTU Pacitan, PLTU Suralaya, PLTU Pelabuhan Ratu, PLTU Adipala Cilacap, PLTU Indramayu, PLTGU Tenayan Riau, Dermaga Kalibaru, dan Jembatan Youtefa.

Pemerintah menempatkan pengembangan kilang sebagai instrumen penting untuk menekan impor bahan bakar minyak, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional dalam jangka menengah dan panjang.

Presiden Prabowo Subianto, saat meresmikan RDMP Balikpapan, mengungkapkan harapannya agar ketergantungan impor bahan bakar minyak (BBM) dapat terus berkurang.

RDMP Balikpapan memiliki total investasi setara Rp123 triliun. Proyek tersebut bertujuan untuk memodernisasi kilang yang ada sehingga akan meningkatkan kapasitas pengolahan minyak, menghasilkan BBM berkualitas tinggi dan ramah lingkungan, mendorong hilirisasi industri petrokimia serta memperkuat ketahanan energi nasional.

RDMP Kilang Balikpapan memungkinkan mengelola hingga 360 ribu barel minyak per hari. Kapasitas itu setara dengan 22-25 persen atau seperempat dari kebutuhan nasional.(ram)

Latest News

BSMR Gelar Jakarta Risk Management Convention 2026: Siapkan Ketahanan Industri Perbankan Hadapi Era AI, Bullion Banking dan Ancaman Siber

Jakarta, 10 Agustus 2026 – Ketidakpastian ekonomi global yang belum mereda memaksa industri perbankan memasuki fase baru pengelolaan risiko....

More Articles Like This