No menu items!

Dorong Ekonomi Kerakyatan, PLN-Pemkab Ende Produksi Biomassa

Must Read

uuuPLN terus berupaya meningkatkan bauran Energi Baru Terbarukan (EBT). Langkah ini antara lain melakukan peluncuran program Teknologi Olah Sampah di Sumbernya (TOSS) di Ende. Pada pekan lalu TOSS dilakukan uji reliability run cofiring pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Ropa yang terletak di Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pada acara tersebut antara lain dihadiri oleh Dadan Kusdiana, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Kementerian ESDM, Ikhsan Asaad, Direktur Mega Proyek PLN, Djafar H. Achmad, Bupati Ende serta jajaran PLN.

“Program ini mendukung kontribusi energi terbarukan pada bauran energi nasional. Selain itu, pengembangan biomassa juga akan mendukung sistem ekonomi kerakyatan dengan memberdayakan masyarakat sebagai salah satu pelaku utama rantai pasok biomassa dengan mengedepankan semangat gotong royong,” terang Dadan Kusdiana, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Kementerian ESDM, Sabtu (9/1/2021).

TOSS di Ende merupakan kolaborasi antara PLN, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ende, Perusahaan startup comestoarra.com dan organisasi nirlaba Anak Cinta Lingkungan (ACIL).

Peresmiam uji reliability run cofiring pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Ropa yang terletak di Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (9/1/2021)

Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), PLN juga telah menyalurkan bantuan berupa peralatan dan capacity building yang dibutuhkan guna mewujudkan implementasi program TOSS di Desa Keliwumbu dan Desa Ranu Kolo, Kabupaten Ende yang berada di sekitaran PLTU Ropa.

Menurutnya, Dadan, cofiring PLTU dengan bahan bakar biomassa adalah upaya alternatif dalam mengurangi pemakaian batu bara dengan tetap memperhatikan kualitas bahan bakar sesuai kebutuhan.

“TOSS Ende merupakan solusi pengelolaan dan pengolahan sampah di Kabupaten Ende yang mampu dimanfaatkan sebagai bahan baku energi kerakyatan,” ujar Djafar H. Achmad, Bupati Ende.

Djafar menambahkan, segenap jajaran Pemkab Ende mendukung penuh program cofiring yang seluruh materialnya berasal dari sampah biomassa yang diolah melalui TOSS. Bertajuk ‘Dari Ende Flores untuk Indonesia’, cofiring di Kabupaten Ende ini diharapkan dapat menjadi percontohan dalam upaya penurunan emisi gas rumah kaca serta energi kerakyatan untuk kesejahteraan masyarakat.

“Uji reliability run cofiring pada salah satu unit PLTU Ropa ini akan berjalan selama 3×24 jam (tanggal 9 hingga 11 januari 2021) dengan memanfaatkan pelet TOSS sebanyak 5 Ton per hari, yang berasal dari sampah biomassa hasil produksi masyarakat Kabupaten Ende,” terang Ikhsan Asaad, Direktur Mega Proyek PLN.

Ikhsan juga menambahkan, kegiatan ini merupakan implementasi pilar green dalam transformasi PLN dalam penggunaan energi baru dan terbarukan. (DC003)
 

Latest News

BSMR Gelar Jakarta Risk Management Convention 2026: Siapkan Ketahanan Industri Perbankan Hadapi Era AI, Bullion Banking dan Ancaman Siber

Jakarta, 10 Agustus 2026 – Ketidakpastian ekonomi global yang belum mereda memaksa industri perbankan memasuki fase baru pengelolaan risiko....

More Articles Like This