No menu items!

Digadang-gadang Mengelola Tambang Emas Martabe, Danantara Dirikan Perminas

Must Read

JAKARTA (DATACORE.ID)–Akankah tambang emas Martabe, Tapanuli Selatan akan jatuh ke pengelola baru? Yang pasti Danantara sudah mendirikan Perusahaan Mineral Nasional (Perminas) yang bertugas mengelola tambang mineral.

“Jadi ada Perusahaan Mineral Nasional yang baru kami bentuk. Memang ini perusahaan yang baru dibentuk,” ujar Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria dikutip di Jakarta, Minggu (1/2/2026).

Dony menyebut Perminas didirikan dengan tujuan bakal mengambil alih pengelolaan tambang mineral yang izin usaha pertambangannya sebelumnya dicabut Presiden Prabowo Subianto. Danantara dalam posisi siap menjalan tugas Pemerintah.

“Kita masih menunggu saja, tapi pada dasarnya kita selalu siap,” ujar CEO Danantara yang juga Menteri Investasi Rosan Roeslani di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (30/1/2026).

Rosan enggan berbicara lebih jauh mengenai rencana Perminas mengelola Tambang Emas Martabe di Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, yang sebelumnya dikelola PT Agincourt Resources. Ia mengaku masih menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah.

“Kita sih menunggu saja, karena saat ini tahapannya belum di kami,” ucap Rosan.

Tambang emas Martabe adalah salah satu tambang emas terbesar di Indonesia, sehingga pengalihan ke BUMN diharapkan memperkuat posisi negara dalam mengendalikan pendapatan dari sektor mineral. Tambang ini salah satu yang dicabut izinya oleh Presiden.

Rosan menambahkan meskipun Danantara telah memiliki holding pertambangan, Perminas dibentuk diluar entitas MIND.ID. Jadi perusahaan sendiri yang tidak bergabung dalam holding tersebut.

“Kalau MIND ID kan holding company. Tapi kalau kita lihat satu per satu, misalnya di bawahnya ada Bukit Asam, Inalum, dan Aneka Tambang,” kata Rosan.(ram/dbs)

Latest News

BSMR Gelar Jakarta Risk Management Convention 2026: Siapkan Ketahanan Industri Perbankan Hadapi Era AI, Bullion Banking dan Ancaman Siber

Jakarta, 10 Agustus 2026 – Ketidakpastian ekonomi global yang belum mereda memaksa industri perbankan memasuki fase baru pengelolaan risiko....

More Articles Like This