No menu items!

Wujudkan Tol Laut, Pelindo I-IV Akan Dimerger

Must Read

Janji Jokowi mewujudkan tol laut segera diwujudkan Kementerian BUMN. Langkah strategis yang dipilih oleh Kementerian pimpinan Erick Thohir ini disebut akan menyatukan atau merger PT Pelindo I, PT Pelindo II, PT Pelindo III dan PT Pelindo IV.

“Keinginan kita Pak Jokowi, tol laut itu akan semakin cepat terlaksana ketika ide besar membangun sebuah kekuatan, menyatukan Pelindo I, Pelindo II, Pelindo III, dan Pelindo IV dalam sebuah perusahaan, di merger,” ungkap Arya Sinulingga, Staf Khusus Menteri BUMN.

Pernyataan Arya ini disampaikan pada kanal YouTube Kementerian BUMN RI berjudul “Masa Depan Pelabuhan Indonesia” yang disiarkan secara langsung pada Jumat (15/1/2021). Pada siaran ini, Arya yang berlaku sebagai host acara.

Arya mengungkapkan penggabungan atau merger empat BUMN Pelabuhan ini akan membuat terjadinya penggabungan aset serta penggabungan standar ooperasional. Harapannya pelabuhan dari Sabang sampai Merauke akan berada pada satu sistem.

Strategi penggabungan mengacu pada kondisi saat ini, di mana antar pelabuhan masih bergerak sendiri-sendiri. Arya mengungkapkan saat ini pindah pelabuhan juga berarti pindah sistem yang menyebabkan banyak keterlambatan dan banyak hal prosedural yang harus dilalui.

Merger PT Pelindo dipercaya dan diharapkan akan membantu logistik nasional menjadi lebih cepat, lebih murah, dan lebih efisien. Apalagi selama ini mahalnya biaya logistik membuat produk dalam negeri kalah bersaing dengan barang impor.

Direktur Utama PT Pelindo II Arif Suhartono mengamini pernyataan Arya. Hadir pada siaran kanal yang sama, dia menjelaskan bagaimana merger ini menjadi jalan terbaik untuk PT Pelindo I hingga IV milik BUMN ini.

Merger Pelindo, menurut Arif,  dari segi ekonomi akan menjadikan pelabuhan sebagai tempat dengan performa tinggi dan reliable atau dapat dipercaya. Sementara dengan terpisahnya Pelindo saat ini ungkap Arif performa masing-masing Pelindo berbeda, kapabilitas masing-masing Pelindo berbeda karena entitasnya yang juga berbeda.

“Tidak akan mudah secara governance, source dari sini pindah ke yang lain. Itu enggak bisa, dan dengan adanya problem tersebut, maka salah satu solusi yang ditawarkan dari studi yang ada, itu adalah merger,” ungkap Arif.

Dia menjelaskan merger pelabuhan Indonesia baiknya akan ada pembentukan servis klaster pelabuhan yang dicontohkan seperti klaster peti kemas, klaster non peti kemas, klaster marine, klaster logistik, dan klaster equipment.

Pembagian per klaster ini akan membuat adanya integrasi sistem. Arif menjelaskan akan sangat bagus apabila pelabuhan dari ujung ke ujung Indonesia mempunyai performa yang sama, mempunyai account manager yang sama, servis yang sama, standar yang sama.

Jika hal ini terjadi Arif mengungkapkan bahwa ini akan mempermudah costumer atau pelanggan. Selain itu, Arif menyebutkan bahwa kemungkinan 80 persen costumer peti kemas adalah orang yang sama di setiap Pelindo.

“Dan kami dari Pelindo II sangat-sangat mendukung ide-ide tersebut karena ini. Saya yang menjadi bagian dari warga negara, akan sangat untung apabila logistic cost juga bagus,” ungkap Arif.(DC04)

Latest News

BSMR Gelar Jakarta Risk Management Convention 2026: Siapkan Ketahanan Industri Perbankan Hadapi Era AI, Bullion Banking dan Ancaman Siber

Jakarta, 10 Agustus 2026 – Ketidakpastian ekonomi global yang belum mereda memaksa industri perbankan memasuki fase baru pengelolaan risiko....

More Articles Like This