No menu items!

Diresmikan Presiden, Ini Lima Data Tentang Merger BUMN Pelabuhan Indonesia

Must Read

Setelah penandatanganan akta penggabungan atau merger ditandatangani pada Jumat (1/10/2021), Kamis (14/10/2021) Presiden Jokowi meresmikan merger empat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) layanan jasa pelabuhan, yaitu PT Pelabuhan Indonesia I, PT Pelabuhan Indonesia III, dan PT Pelabuhan Indonesia IV, melebur ke dalam PT Pelabuhan Indonesia II yang menjadi surviving entity. Pada waktu bersamaan juga diresmikan pengoperasian Terminal Multipurpose Wae Kelambu Pelabuhan Labuan Bajo di Manggarai Barat, NTT.

Berikut ini lima (5) data tentang merger PT Pelindo.

  1. Jadi Operator Peti Kemas Terbesar ke 8 Dunia

Merger Pelindo membuka kesempatan perusahaan untuk go global dan meningkatkan posisi Pelindo menjadi operator terminal peti kemas terbesar ke-8 di dunia dengan total throughput peti kemas sebesar 16,7 juta TEUs (twenty foot equivalent units). Penggabungan ini juga menyatukan sumber daya keuangan, peningkatan leverage dan memperkuat permodalan perusahaan.

  1. Direksi Gabungan Perusahaan yang Dimerger

Direktur Utama: Arif Suhartono (Direktur Utama Pelindo II)
Wakil Direktur Utama: Hambra
Direktur Keuangan dan Manajemen Resiko: Mega Satria
Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum: Ihsanuddin Usman
Direktur Strategi: Prasetyo (Direktur Utama Pelindo I)
Direktur Investasi: Boy Robyanto (Direktur Utama Pelindo III)
Direktur Pengelola: Putut Sri Muljanto

Komisaris Independen (Plt Komisaris Utama): Marsetio
Komisaris Independen: Irma Suryani Chaniago
Komisaris Independen: Heru Sukanto
Komisaris: Antonius Ranier Haryanto
Komisaris: R. Agus H. Purnomo
Komisaris: Didi Sumedi
Komisaris: Sudung Situmorang

  1. Menurunkan Menurunkan Biaya Logistik

Saat ini biaya logistik Indonesia 23 persen, atau masih tertinggal dengan negara-negara tetangga yang rata-rata sebesar 12 persen. Menurut Wakil Menteri II BUMN, Kartika Wirjoatmodjo merger ini memiliki tujuan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi kepelabuhanan nasional.

Selain itu juga terwujudnya layanan pelabuhan yang terstandar di bawah satu komando, sehingga waktu yang dihabiskan kapal di pelabuhan relatif lebih singkat. Layanan pandu, mekanisme proses bongkar muat kontainer hingga meninggalkan terminal pelabuhan inilah yang akhirnya berdampak pada penurunan biaya logistik. Melalui merger ini proses kepelabuhanan di Indonesia ditargetkan untuk menghabiskan waktu sekitar satu hingga dua hari saja.

  1. Membentuk Empat (4) Klaster/Subholding

Peta sebarannya, klaster peti kemas akan berkantor pusat di Surabaya dengan nama Terminal Peti Kemas Indonesia. Klaster non-peti kemas akan berkantor pusat di Medan dengan nama Pelindo Multi Terminal. Kemudian klaster logistik akan berkantor pusat di Jakarta dengan nama Pelindo Solusi Logistik. Sementara untuk klaster marine, equipment, dan port services akan berada di Makassar. Pembentukan klaster ini bertujuan agar perencanaan keseluruhan untuk jaringan pelabuhan (port network connectivity) dapat lebih fokus sesuai dengan lini bisnisnya.

  1. Mendorong Produk Indonesia Masuk Supply Chain Global

Presiden Jokowi meminta agar BUMN Pelindo hasil penggabungan mencari mitra perusahaan pelabuhan yang memiliki jaringan luas. Strategi ini bertujuan agar barang-barang Indonesia dapat meningkatkan penetrasi untuk masuk ke rantai pasok global.(DM04)

Latest News

BSMR Gelar Jakarta Risk Management Convention 2026: Siapkan Ketahanan Industri Perbankan Hadapi Era AI, Bullion Banking dan Ancaman Siber

Jakarta, 10 Agustus 2026 – Ketidakpastian ekonomi global yang belum mereda memaksa industri perbankan memasuki fase baru pengelolaan risiko....

More Articles Like This