No menu items!

Perluas Dominasi Pasar, Toyota Luncurkan Model Mobil Hybrid Harga Terjangkau

Must Read

JAKARTA (DATACORE.ID)—Ini strategi Toyota menguasai pasar kendaraan hybrid. Meski sudah menguasai lebih 50 pasar hybrid, perusahaan ini terus berstrategi memperluas jangkauan model hybrid yang lebih terjangkau pada 2026.

“Market share Toyota di market hybrid saat ini masih di atas 50 persen. Jadi terima kasih untuk masyarakat yang percaya terhadap produk-produk hybrid Toyota,” ujar Henry Tanoto, Vice President Director PT Toyota-Astra Motor (TAM) di arena Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 yang digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (6/2/2026)..

Ia menjelaskan bahwa sepanjang tahun lalu, kendaraan hybrid menyumbang sekitar 20 persen dari total penjualan Toyota di Indonesia. Masuknya model-model baru yang lebih terjangkau, Toyota berharap proporsi tersebut dapat terus meningkat.

“Kurang lebih 20 persen dari total penjualan. Harapannya dengan produk yang lebih affordable, persentasenya bisa meningkat dan kita tetap menjadi pilihan utama di market hybrid,” ujar dia.

Henry menegaskan Toyota tidak menetapkan target angka spesifik, tetapi fokus pada memperluas adopsi kendaraan rendah emisi.

“Tujuan kita bukan kejar angka tertentu, tapi supaya lebih banyak masyarakat Indonesia bisa pakai kendaraan ramah lingkungan dengan emisi lebih rendah dan bahan bakar lebih irit,” ujarnya.

Dari sisi industri, Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Nandi Julyanto melihat prospek pasar hybrid nasional masih sangat terbuka, terutama dengan hadirnya model baru yang lebih sesuai dengan karakter konsumen domestik.

“Dengan ada model baru, kita harap market hybrid juga naik. Ini juga jadi edukasi supaya bukan hanya Jakarta, tapi di luar Jakarta juga bisa merasakan,” kata Nandi.

Ia menilai keunggulan Toyota terletak pada desain produk yang disesuaikan khusus dengan kebutuhan pasar Indonesia.

“Mobil kita memang didesain khusus untuk konsumen Indonesia. Kalau yang lain kan global model yang dibawa ke sini. Kita lebih memahami karakter pasar domestik,” ujarnya.

Henry juga menyampaikan optimisme terhadap pasar otomotif nasional pada 2026, seiring proyeksi Gaikindo sebesar 850 ribu unit dan pertumbuhan ekonomi yang dinilai cukup solid.

“Semester dua tahun lalu sudah lebih baik dari semester satu, dan GDP juga di atas 5 persen. Itu indikasi market otomotif tahun ini bisa lebih besar dibanding tahun lalu,” kata Henry.(ris/dbs)

Latest News

BSMR Gelar Jakarta Risk Management Convention 2026: Siapkan Ketahanan Industri Perbankan Hadapi Era AI, Bullion Banking dan Ancaman Siber

Jakarta, 10 Agustus 2026 – Ketidakpastian ekonomi global yang belum mereda memaksa industri perbankan memasuki fase baru pengelolaan risiko....

More Articles Like This