No menu items!

Inilah Enam Strategi Pemerintah Antisipasi Gelombang Tiga COVID-19

Must Read

Banyak pakar yang memprediksi gelombang ketiga COVID-19, yang berpotensi terjadi pada akhir tahun ini. Untuk Kementerian Komunikasi dan Informatika menyatakan bahwa pemerintah memiliki enam strategi utama untuk mengantisipasi gelombang ketiga COVID-19.

“Keberhasilan kita saat ini dalam menurunkan kasus COVID-19 tak boleh putus,” kata Menteri Kominfo Johnny G. Plate, dalam keterangan resmi, Sabtu (16/10/2021).

Berikut enam strategi yang dipaparkan Menteri Kominfo Johnny G Plate.

  1. Memastikan pelonggaran aktivitas diikuti pengendalian lapangan yang ketat.

Melihat pengalaman tahun lalu, mobilitas masyarakat meningkat ketika libur Natal dan Tahun Baru sehingga menyebabkan angka kasus dan kematian COVID-19 melonjak tajam.

Pemerintah memperkuat antisipasi untuk akhir tahun ini. Johnny mengingatkan, penurunan tingkat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tidak disikapi dengan euforia.

“Kita harus tetap waspada menerapkan protokol kesehatan dan membatasi mobilitas,” kata Johnny.

  1. Pemerintah terus meningkatkan laju vaksinasi untuk kelompok lanjut usia.

Vaksinasi untuk kelompok lanjut usia, terutama di wilayah aglomerasi dan pusat pertumbuhan ekonomi. Tujuannya, untuk menekan angka kematian dan perawatan rumah sakit jika sampai terjadi gelombang ketiga.

  1. Mendorong percepatan vaksinasi anak agar ketika musim libur Natal dan Tahun Baru, imunitas anak sudah terbentuk.
  2. Menertibkan mobilitas pelaku perjalanan internasional dengan protokol kesehatan yang ketat.

Penerbangan internasional sudah dibuka, pemerintah berkomitmen menertibkan mobilitas pelaku perjalanan internasional dengan aturan protokol kesehatan yang ketat, terutama ke Bali. Hal ini menyusul penerbangan internasional di Bandara Ngurah Rai, Bali, dibuka pada 14 Oktober.

  1. Memperkuat peran pemerintah daerah.

Pemerintah terus memperkuat pemerintah daerah dalam mengawasi kegiatan dan mengedukasi warga di daerag tentang rincian protokol kesehatan yang harus dijalankan.

Pemerintah mengimbau panitia penyelenggara Natal untuk mematuhi Surat Edaran Menteri Agama Nomor 29 Tahun 2021 tentang Pedoman Penyelenggaraan Peringatan Hari Besar Keagamaan, untuk menekan risiko penularan COVID-19 sekaligus memberikan rasa aman pada masyarakat yang merayakan Natal.

  1. Kampanye protokol kesehatan untuk meningkatkan kedisiplinan masyarakat.

“Butuh kerja sama yang baik dari seluruh pihak agar Indonesia berhasil mengendalikan pandemi COVID-19 dan memulihkan perekonomian nasional. Disiplin 3M, 3T, vaksinasi, dan implementasi teknologi informasi seperti PedulilLindungi, menjadi kuncinya,” kata Johnny.(DM04)

Latest News

BSMR Gelar Jakarta Risk Management Convention 2026: Siapkan Ketahanan Industri Perbankan Hadapi Era AI, Bullion Banking dan Ancaman Siber

Jakarta, 10 Agustus 2026 – Ketidakpastian ekonomi global yang belum mereda memaksa industri perbankan memasuki fase baru pengelolaan risiko....

More Articles Like This