No menu items!

Diresmikan Presiden Jokowi, Ini Empat Data Penting Pembangunan Smelter Freeport

Must Read

Setelah berlarut-larut mengalami penundanaan, akhirnya peletakan batu pertama pembangunan smelter yang mengolah konsentrat tembaga PT Freeport Indonesia (PT FI) dilakukan oleh Presiden Jokowi, Selasa (12/10/2021). Turut hadir dalam peresmian itu Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri ESDM Arifin Tasrif, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, dan para pejabat terkait.

Berikut ini empat data penting tentang smelter tembaga PT FI.

  1. Sedot Biaya Pembangunan USD 3 Miliar

Diresmikan pembangunan hari ini, Smelter PT Freeport Indonesia menyedot biaya pembangunan mencapai USD 3 miliar. Proyek yang ditargetkan selesai 2023 ini memiliki kapasitas pengolahan konsentrat tembaga sebesar 1,7 juta ton per tahun dengan desain single line.

  1. Menjadi Saya Tarik KEK Gresik

Presiden Jokowi berharap kehadiran PT Freeport Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik, Jawa Timur, akan menjadi daya tarik industri-industri lain untuk ikut masuk ke kawasan tersebut, khususnya industri turunan tembaga.

  1. Hilirisasi Tembaga Setelah Penguasaan 51 Persen Saham PT FI

Pembangunan smelter tembaga di Gresik ini juga merupakan kebijakan strategis hilirisasi industri tembaga setelah penguasaan 51 persen saham PT FI oleh RI. Sebagai negara yang memiliki cadangan bijih tembaga nomor 7 di dunia, Indonesia tidak ingin lagi pengolahan konsentrat dilakukan di Jepang atau Spanyol.

  1. Bakal Menyerap 40 Ribu Tenaga Kerja

Proyek pembangunan smelter tembaga PT FI ini diungkapkan oleh Presiden Jokowi bakal menyerap 40.000 tenaga kerja. “Artinya yang terbuka lapangan kerja akan banyak sekali di Kabupaten Gresik dan Provinsi Jawa Timur,” kata Presiden saat groundbreaking di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Selasa.(DM04)

Latest News

BSMR Gelar Jakarta Risk Management Convention 2026: Siapkan Ketahanan Industri Perbankan Hadapi Era AI, Bullion Banking dan Ancaman Siber

Jakarta, 10 Agustus 2026 – Ketidakpastian ekonomi global yang belum mereda memaksa industri perbankan memasuki fase baru pengelolaan risiko....

More Articles Like This