No menu items!

Industri Berbasis Teknologi Sebagai Engine of Growth (2)

Must Read

Oleh : F. Harry Sampurno, Ph.D, Direktur Utama PT Barata Indonesia (Persero)

F. Harry Sampurno, Ph.D, Direktur Utama PT Barata Indonesia (Persero)

Industrialisasi Indonesia

Secara tradisional, perekonomian Indonesia bertumpu pada ekspor hasil bumi seperti migas, karet dan produk pertanian. Walaupun diindikasikan oleh Briggs (1963), pasar produk-primer tersebut berubah secara drastis dengan semakin meningkatnya persyaratan kualitas lebih tinggi, harga lebih murah dan ketepatan waktu penyerahan.

Pada tahun 1960an, Indonesia memulai industrialisasi dengan maksud mempercepat peningkatan penguasaan teknologi (3) di sektor industri pengolahan/manufaktur. Sejalan dengan itu, Indonesia mengembangkan industri berbasis teknologi (4) mulai tahun 1970an walaupun banyak terjadi perdebatan mengenai strategi pengembangan sektor industri ini (Djojohadikusumo, 1985).

Industri berbasis teknologi adalah industri yang tergolong dalam ISIC (International Standard of Industrial Classification rev.4) nomor 24 s/d 30 yaitu industri kimia, pengolahan migas, plastik, pengolahan berbasis logam dan industri permesinan. Hal ini untuk membedakan dengan istilah industri teknologi tinggi yang didasarkan antara lain pada rasio biaya R&D serta peralatan canggih yang digunakan (Bolland & Hofer, 1998).

Latest News

BSMR Gelar Jakarta Risk Management Convention 2026: Siapkan Ketahanan Industri Perbankan Hadapi Era AI, Bullion Banking dan Ancaman Siber

Jakarta, 10 Agustus 2026 – Ketidakpastian ekonomi global yang belum mereda memaksa industri perbankan memasuki fase baru pengelolaan risiko....

More Articles Like This